<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>public relation easy</title>
	<atom:link href="http://publicrelationeasy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com</link>
	<description>Public Relation Easy</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2009 08:11:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='publicrelationeasy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>public relation easy</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://publicrelationeasy.wordpress.com/osd.xml" title="public relation easy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://publicrelationeasy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TEORI DISONANSI KOGNITIF</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/teori-disonansi-kognitif/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/teori-disonansi-kognitif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 08:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Teori Disonansi Kognitif Leon Festinger Perasaan yang tidak seimbang ini sebagai disonansi kognitif; hal ini merupakan perasaan yang dimiliki orang ketika mereka’menemukan diri mereka sendiri melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui, atau mempunyai pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat lain yang mereka pegang”(1957,hal 4). Konsep ini membentuk inti dari teori disonansi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=64&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teori Disonansi Kognitif<br />
Leon Festinger<br />
Perasaan yang tidak seimbang ini sebagai disonansi kognitif; hal ini merupakan perasaan yang dimiliki orang ketika mereka’menemukan diri mereka sendiri melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ketahui, atau mempunyai pendapat yang tidak sesuai dengan pendapat lain yang mereka pegang”(1957,hal 4). Konsep ini membentuk inti dari teori disonansi kognitif, teori ini berpendapat bahwa disonansi adalah sebuah perasaan tidak nyaman yang memotivasi orang untuk mengambil langkah demi mengurangi ketidaknyaman itu.(figur 7.1)Roger brown (1965)katakan, dasar dari teori ini mengikuti sebuah prinsip yang cukup sederhana”Keadaan disonansi kognitif dikatakan sebagai keadaam ketidaknyaman psikologis atau ketegangan yang memotivasi usaha-usaha untuk mencapai konsonansi. Disonansi adalah sebutan ketidakseimbangan dan konsonansi adalah sebutan untuk keseimbangan. Brown menyatakan teori ini memungkinkan dua elemen untuk melihat tiga hubungan yang berbeda satu sama lain. Mungkin saja konsonan(consonant),disonansi(dissoanant), atau tidak relevan(irrelevan).<br />
Hubungan konsonan(consonant relationship) ada antara dua elemen ketika dua elemen tersebut pada posisi seimbang satu sama lain. Jika anda yakin, misalnya,  bahwa kesehatan dan kebugaran adalah tujuan yang penting dan anda berolahraga sebanyak tiga sampai lima kali dalam seminggu, maka keyakinan anda mengenai kesahatan dan perilaku anda sendiri akan memiliki hubungan yang konsonan antara satu sama lain. Hubungan disonansi(dissonant relationship) berarti bahwa elemen-elemennya tidak seimbang satu dengan lainnya. Contoh dari hubungan disonan antarelemen adalah seorang penganut katolik yang mendukung hak perempuan untuk memilih melakukan aborsi. Dalam kasus ini, keyakinan keagamaan orang itu berkonflik dengan keyakinan politiknya mengenai aborsi.<br />
Hubungan tidak relevan(irrelevan relationship) ada ketika elemen-elemen tidakmengimplikasikan apa pun mengenai satu sama lain.<br />
Pentingnya disonansi kognitif bagi peneliti komunikasi ditunjukkan dalam pernyataan Festinger bahwa ketidaknyaman yang disebabkan oleh disonansi akan mendorong terjadinya perubahan.<br />
Asumsi:<br />
Teori disonansi kognitif adalah menjelaskan mengenai keyakinan dan perilaku mengubah sikap. Teori ini berfokus pada efek inkonsistensi yang ada diantara kognisi-kognisi. 4 asumsi dasar dari teori ini:<br />
1.	Manusia memiliki hasrat akan adanya konsistensi pada keyakinan, sikap, dan perilakunya.<br />
Penjelasan: menekankan sebuah model mengenai sifat dasar dari manusia yang mementingkan adalnya stabilitas dan konsistensi. Teori ini menyatakan bahwa orang tidak akan menikmati inkonsistensi dalam pikiran dan keyakinan mereka. Sebaliknya, mereka akan mencari konsistensi.<br />
2.	Disonansi diciptakan oleh inkonsistensi psikologis<br />
Penjelasan: berbicara mengenai jenis konsistensi yang penting bagi orang. Teori ini tidak berpegang pada konsistensi logis yang kaku. Sevaliknya teori ini merujuk pada fakta bahwa kognisi-kognisi harus tidak konsisten secara psikologis(dibandingkan tidak konsisten secara logis)<br />
3.	Disonansi adalah perasaan tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan tindakan-tindakan dengan dampak yang dapat diukur<br />
Penjelasan: menyatakan bahwa ketika orang mengalami inkonsistensi psikologis disonansi tercipta menimbulkan perasan tidak suka. Jadi orang tidak senang berada dalam keadaan disonansi, hal itu merupakan suatu keadaan yang tidak nyaman<br />
4.	Disonansi mendorong usaha untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi<br />
Penjelasan: untuk menghindari situasi yang menciptakan inkonsistensi dan berusaha mencari situasi yang mengembalikan konsistensi. Jadi, gambaran akan sifat dasar manusia yang membingkai teori ini adalah sifat dimana manusia mencari konsistensi psikologis sebagai hasil dari rangsangan yang disebabkan oleh kondisi ketidaksenangan terhadap kognisi yang tidak konsisten</p>
<p>Konsep dan Proses Disonansi Kognitif<br />
Ketika teoretikus disonansi berusaha untuk melakukan prediksi seberapa banyak ketidaknyaman atau disonansi yang dialami seseorang, mereka mengakui adanya konsep tingkat disonansi. Tingkat disonansi(magnitude of dissonance) merujuk kepada jumlah kuantitatif disonansi yang dialami oleh seseorang. Tingkat disonansi akan menentukan tindakan yang akan diambil seseorang dan kognisi yang mungkin ia gunakan untuk mengurangi disonansi. Teori CDT membedakan antara situasi yang menghasilkan lebih banyak disonansi dan situasi yang menghasilkan lebih sedikit disonansi.<br />
Tingkat disonansi<br />
3 faktor yang dapat mempengaruhi tingkat disonansi yang dirasakan seseorang(Zimbardo, ebbsen&amp;Maslach, 1977) :<br />
1.	Kepentingan, atau seberapa signifikan suatu masalah, berpengaruh terhadap tingkat disonansi yang dirasakan.<br />
2.	Rasio disonansi atau jumlah kognisi disonan berbanding dengan jumlah kognisi yang konsonan<br />
3.	Rasionalitas yang digunakan individu untuk menjustifikasi inkonsistensi. Faktor ini  merujuk pada alasan yang dikemukan untuk menjelaskan mengapa sebuah inkonsistensi muncul. Makin banyaka alasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesenjangan yang ada, maka semakin sedikit disonansi yang seseorang rasakan.<br />
Disonansi Kognitif dan Persepsi<br />
Teori CDT berkaitan dengan proses pemilihan terpaan (selective exposure), pemilihan perhatian (selective attention), pemilihan interpretasi(selective interpretation), dan pemilihan retensi (selective retention) karena teori ini memprediksi bahwa orang akan menghindari informasi yang meningkatkan disonansi. Proses perseptua; ini merupakan dasar dari penghindaran ini.<br />
1.	Terpaan  Selektif (Selective Exposure)<br />
Mencari informasi yang konsisten yang belum ada, membantu untuk mengurangi disonansi. CDT memprediksikan bahwa orang akan menghindari informasi yang meningkatkan disonansi dan mencari informasi yang konsisten dengan sikap dan prilaku mereka.<br />
2.	Pemilihan Perhatian (Selective Attention)<br />
Merujuk pada melihat informasi secara konsisten begitu konsisten itu ada. Orang memperhatikan informasi dalam lingkungannya yang sesuai dengan sikap dan keyakinannya sementara tidak menghiraukan informasi yang tidak konsisten.<br />
3.	Interpretasi Selektif(Selective Interpretation)<br />
Melibatkan penginterpretasikan informasi yang ambigu sehingga menjadi konsisten. Dengan menggunakan  interpretasi selektif, kebanyakan orang menginterpretasikan sikap teman dekatnya sesuai dengan sikap mereka sendiri daripada yang sebenarnya terjadi(Bescheid&amp;Walster,1978).<br />
4.	Retensi Selektif(Selective Retention)<br />
Merujuk pada mengingat dan mempelajari informasi yang konsisten dengan kemampuannya yang lebih besar dibandingkan yang kita akan lakukan terhadap informasi yang konsisten dengan kemampuan yang lebih besar dibandingkan yang kita lakukan terhadap informasi yang tidak konsisten.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=64&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/teori-disonansi-kognitif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>COORDINATED MANAGEMENT OF MEANING</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/coordiated-management-of-meaning/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/coordiated-management-of-meaning/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 07:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen Makna Terkoordinasi – Coordinated Management of Meaning W.Barnett Pearce Dalam percakapan dan selalu membuat pesan-pesan yang kirim dan terima, orang saling menciptakan makna. Saat kita menciptakan dunia sosial kita, kita menggunakan berbagai atuan untuk mengonstruksi dan mengkoordinasikan makna. Maksunya, aturan-aturan membimbing komunikasi yang terjadi di antara orang-orang. CMM berfokus pada relasi antara individu-individu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=61&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manajemen Makna  Terkoordinasi –<br />
Coordinated Management of Meaning<br />
W.Barnett Pearce<br />
Dalam percakapan dan selalu membuat pesan-pesan yang kirim dan terima, orang saling menciptakan makna. Saat kita menciptakan dunia sosial kita, kita menggunakan berbagai atuan untuk mengonstruksi dan mengkoordinasikan makna. Maksunya, aturan-aturan membimbing komunikasi yang terjadi di antara orang-orang. CMM berfokus pada relasi antara individu-individu dengan masyarakatnya, melalui sebuah struktur hierakis, orang-orang mengorgnisasikan makna dari beratus-ratus pesan yang diterimanya dalam sehari.<br />
CM Mberfokus pada diri dan hubungannya dnegan orang lain, serta mengkaji bagaimana seorang individu memberikan makna pada sebuah pesan. Teori ini penting karena berfokus pada hubungan antara individu dengan masyarakatnya (Philipsen,1995). Teori ini didasarkan pada konsep-konsep komunikasi, realitas sosial, dan makna.<br />
Asumsi :<br />
1.	Manusia hidup dalam komunikasi<br />
Penjelasan: pentingnya komunikasi, yaitu manusia hidup dalam komunikasi. Sekilas, premis ini memberikan pernyataan yang sedikit aneh mengenai komunikasi; faktanya bahwa manusia mendiami proses komunikasi. Akan tetapi,Pearce (1989) berpendapat bahwa”komunikasi adalah, dan akan selalu, menjadi lebih penting bagi manusia dari yang seharusnya(hal 3). Maksudnya kita hidup dalam komunikasi. Para teoretikus CMM mengajukan suatu orientasi yang sama sekali bertolak belakang; mereka berpendapat bahwa situasi sosial diciptakan melalui interaksi. Oleh karena individu-individu menciptakan realitas percakapan mereka, setiap interaksi memiliki potensi untuk menjadi unik. Pandangan ini mengharuskan para pendukung teori ini untuk mengesampingkan pandangan mereka yang telah ada mengenai bagaimana menjadi seorang komunikatir.<br />
2.	Manusia saling menciptakan realitas sosial<br />
Penjelasan: kepercayaan bahwa orang-orang saling menciptakan realitas sosial mereka dalam percakapan disebut sebagai konstruksionisme sosial(social construction). Realitas sosial(social reality) adalah keyakinan seseorang mengenai bagaimana makna dan tindakan sesuai atau tepat dalam sebuah interaksi sosial.<br />
3.	Transaksi informasi tergantung kepada makna pribadi dan interpesonal<br />
Penjelasan: makna pribadi adalah sebagai makna yang dicapai ketika seseorang berinterkasi dengan yang lain sambil membawa pengalamannya yang unik ke dalam interaksi. Makna pribadi membantu orang-orang dalam penemuan, maksdunya, hal ini tidak hanya membuat kita mampu menemukan informasi tentang diri kita sendiri, melainkan juga membantu kita dalam penemuan kita mengenai orang lain. Ketika dua orang sepakat mengenai interpretasi satu sama lain, mereka dikatakan telah mencapai makna interpersonal(interpersonal meaning). Makna pribadi dan interpersonal didapatkan dalam percakapan, sering kali tanpa dipikirkan sebelumnya.<br />
1.	Isi/Content<br />
Penjelasan: merupakan langkah awal di mana data mentah dikonversikan menjadi makna. “aku mencintai kamu”menyiratkan informasi mengenai reaksi A ke B<br />
2.	Tindak Tutur/Speech Act<br />
Penjelasan: dalam mendiskusikan level makna yang kedua ini, Pearce(1994) mendeskripsikan tindak tutur(speech act) sebagai”tindakan-tindakan yang kita lakukan dengan cara berbicara, misalnya:bertanya, memberikan pujian, atau mengancam). Tindak tutur bukanlah benda; tindak tutur adalah konfigurasi dari logika makna dan tindakan dari percakapan, dan konfigurasi ini diabngun bersama. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa dua orang saling menciptakan makna dari tindak tutur. “ Aku mencintai kamu” fase ini menyampaikan lebih dari sekadar sebuah pernyataan<br />
3.	Episode<br />
Penjelasan: untuk menginterpretasikan tindak tutur, Pearce dan Cronen(1980) membahas episode atau rutinitas komunikasi yang dimiliki awal, pertengahn, dan akhir yang jelas. Dapat dikatakan bahwa episode mendeskripsikan konteks di mana orang bertindak. Pada level ini, kita mulai melihat pengaruh dari konteks terhadap makna. Dalam percakapan yang koheren dibutuhkan sutau tingkat penadaan(punctuation) yang terkoordinasi. Pearce(1976) berpendapat bahwa episode merupakan hal yang tidak pasti karen para aktor dalam situasi sosial sering kali mendapati diri mereka berada dalam episode-episode yang benar-benar beragam. Ia juga melihat bahwa episode-episode sebenarnya didasarkan oleh budaya, dimana orang-orang membawa harapan, yang dipengaruhi oleh kebudayaan mereka, akan bagaimana suatu episode harus dilaksanakan.<br />
4.	Hubungan-Relationship  (Kontrak-Contract)<br />
Penjelasan: dimana dua orang menyadari potensi dan batasan mereka sebagai mitra dalam sebuah hubungan. Hubungan dapat dikatakan seperti kontrak, dimana terdapat tuntunan dalam berprilaku. Para teoretikus menggunakan istilah keterlibatan(enmeshment) untuk menggambarkan batasan dimana orang mengidentifikasi dirinya sebagai bagaian dari suatu sistem.<br />
5.	Naskah Kehidupan-Life Scripts (Autobiografi)<br />
Penjelasan: kelompok-kelompok episode masa lalu atau masa kini yang menciptakan suatu sistem makna yang dapat dikelola bersama dengan ornag lain.<br />
6.	Pola Budaya/Culture Patterns<br />
Penjelasan: Pearce dan Cronen(1980) menyataka bahwa manusia mengidentifikasi diri mereka dengan kelompok tertentu dalam kebudayaan tertentu.<br />
Koordinasi<br />
Dipengaruhi beberapa hal :<br />
1.	Moralitas, koordinasi mengharuskan individu untuk menganggap tindakan moral lebih tinggi sebagai suatu hal yang penting(Pearce 1989). Moralitas sebagai penghargaan, martabat, dan karakter. Moralitas terdiri dari etika karena etika merupakan bagian yang instrinsik dalam setiap akur percakapan.<br />
2.	Sumber daya yang pada seseorang(resources), mereka merujuk pada”cerita, gambar, simbol, dan institusi yang digunakan orang untuk memaknai dunia mereka”(pearce, 1989,hal.23) Sumber daya juga termasuk persepsi, kenangan, dan konsep yang membantu orang mencapai koherensi dalam realitas sosial mereka.<br />
Aturan<br />
Teoretikus CMM berpendapat bahwa penggunaan aturan dalam percakapan lebih dari sekedar kemampuan untuk menggunakan aturan; hal ini membutuhkan”kemampuan fleksibel yang tidak dapat disederhanakan menjadi sebuah tehnik belaka”(cronen. 1995b, hal 224). Oleh karena itu aturan lebih sekedar dari tuntunan prilaku. Para partispan harus memahami realitas sosial dan kemudian mengintegrasikan aturan ketika mereka memutuskan bagaimana harus bertindak dalam situasi tertentu.</p>
<p>Pearce dan Cronen (1980) mendiskusikan dua tipe aturan:<br />
1.	Aturan konstitutif(constitutif rules) merujuk pada bagaimana perilaku harus diinterpretasikan dalam suatu konteks. Dengan kata lain,aturan konstitusif memberitahukan kepada kita apa makna dari perilaku tertentu, tetapi tidak memberikan tuntutan kepada orang untuk berprilaku. Contoh: aku mencintaimu,,untuk siapa???teman,pacar, keluarga(memiliki implikasi yang berbeda).<br />
2.	Aturan regulatif (regulative rules) merujuk pada urutan tindakan yang dilakukan oleh seseorang, dan menyampaikan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam sebuah percakapan. Misalnya ada aturan regulatif dalam bertemu dengan rekan kerja yang baru, biasanya anda akan memperkenalkan diri anda, memberi selamat datang pada rekan baru anda.<br />
Jika pasangan ini terus berseteru, maka mereka akan terlibat di dalam hal yang disebut oleh Cronen, Pearce dan linda Snavely (1979) sebagai pola berulang yang tidak diinginkan. Pola yang tidak diinginkan(unwanted repetitive patterns-URP) adalah episode konflik yang berurutan dan terjadi berulang kali yang sering kali tidak diinginkan terjadi oleh individu yang terlibat dalam konflik.<br />
Kunci utama dari CMM adalah aturan. Khususnya konstitutif dan regulatif merupakan kompenen teori.<br />
Rangkaian(LOOP)<br />
Hieraki makna yang ditampilkan sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa level yang rendah dapat merefleksikan ulang dan mempengaruhi makna dari level-level yang lebih tinggi. Pearce dan Cronen(1980) menyebut proses refkleksi ini sebagai rangkaian(loop). Ketika rangkaian berjalan dengan konsisten melalui tingkatan-tingkatan yang ada dalam hierarki, disebut rangkaian seimbang(charmed loop). Rangkaian seimbang terjadi ketika satu bagian dari hierarki mendukung lebel yang lain. Selain itu, penetepan makna yang ada bersifat konsisten dan disepakati disepanjang rangkaian. Pada saat tertentu, beberapa episode dapat menjadi tidak konsisten dengan level-level yang lebih tinggi di dalam hieraki yang ada. Rangkaian ini disebut rangkaian tidak seimbang(strange loop). Rangkaian ini muncuk karena adanya komunikasi intarpersonal yang terjadi pada saat individu-individu sedang sibuk dengan dialog internal mereka mengenai sikap mereka yang merusak diri sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=61&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/coordiated-management-of-meaning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEORI INTERAKSI SIMBOLIK</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/teori-interaksi-simbolik/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/teori-interaksi-simbolik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 07:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Teori Interaksi Simbolik /Symbolic Interaction George Herbert Mead (1969) Orang bergerak untuk bertindak berdasarkan makna yang diberikan pada orang , benda, dan peristiwa. Makna-makna ini diciptakan dalam bahasa yang digunakan orang baik untuk berkomunikasi dengan orang lain maupun dengan dirinya sendiri, atau pikiran pribadinya. Bahasa memungkinkan orang untuk mengembangkan perasaan mengenai diri dan untuk berinteraksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=57&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teori Interaksi  Simbolik /Symbolic Interaction<br />
George Herbert Mead (1969)<br />
Orang bergerak untuk bertindak berdasarkan makna yang diberikan pada orang , benda, dan peristiwa. Makna-makna ini diciptakan dalam bahasa yang digunakan orang baik untuk berkomunikasi dengan orang lain maupun dengan dirinya sendiri, atau pikiran pribadinya. Bahasa memungkinkan orang untuk mengembangkan perasaan mengenai diri dan untuk berinteraksi dengan orang lainnya dalam sebuah komunitas.<br />
Intetalsi simbolik didasarkan pada ide-ide mengenai diri dan hubungannya dengan masyarakat. Karena ide ini dapat diinterpretasikan secara luas, akan dijelaskan secara detail tema-tema teori ini dan dalam prosesnya, dijelaskan pula kerangka asumsi teori ni.<br />
Raph LaRossa dan Donald C.Reitzes(1993) telah memperlajari teori Interaksi Simbolik yang berhubungan dengan keluarga. Mengatakan bahwa 7 asumsi mendasari SI dan bahwa asumsi-asumsi ini memperlihatkkan 3 tema besar :<br />
Tema :<br />
1.	Pentingnya makna bagi perilaku manusia<br />
Penjelasan: Teori SI berpegang bahwa individu membentuk makna melalui proses komunikasi karena makna tidak bersifat interinsik terhadap apa pun. Dibutuhkan konstruksi interpretif di antara ornag-orang untuk menciptakan makna. Bahkan, tujuan dari interaksi, menurut SI adalah untuk menciptkan makna yang sama. Hal ini penting karena tanpanya makna yang sama berkomunikasi akan menjadi sangat sulit, atau bahkan tidak mungkin.<br />
Tema ini memiliki 3 asumsi tamhan:<br />
a.	Manusia bertindak terhadap orang lain berdasarkan mkana yang diberikan orang lain pada mereka<br />
b.	Makna diciptakan dalam interaksi antarmanusia<br />
c.	Makna dimodifikasi melalui proses interpretif<br />
2.	Pentingnya konsep diri<br />
Penjelasan: seperangkat persepsi yang relatif stabil yang dipercayai orang untuk mengenal dirinya sendiri.<br />
 Tema ini memiliki 2 asumsi tambahan yaitu:<br />
a.	Individu-individu mengembangkan konsep diri melalui interkasi dengan orang lain<br />
b.	Konsep diri memberikan sebuah motif penting untuk berprilaku<br />
3.	Hubungan antara individu dan masyarakat<br />
Penjelasan: tema ni berkaitan dengan hubungan antara kebebasan individu dan batasan sosial. Mead dan Blummer mengambil posisi di tengah untuk pertanyaan ini. Mereka mencoba untuk menjelaskan baik mengenai keteraturan dan perubahan dalam proses sosial.<br />
Tema ini memiliki 2 asumsi tambahan yaitu:<br />
a.	Orang dan kelompok-kelompok dipengaruhi oleh proses budaya dan sosial<br />
b.	Struktur sosial dihasilkan melalui interaksi sosial</p>
<p>Asumsi :<br />
a.	Manusia bertindak terhadap orang lain berdasarkan mkana yang diberikan orang lain pada mereka<br />
Penjelasan: prilaku sebagai  suatu rangkai pemikiran dan prilaku yang dilakukan secara sadar antara rangsangan dan respon yang berkaitan dengan rangsangan tersebut. SI tertarik mencari makna dengan mempelajari penjelasan psikologis dan sosiologis mengenai prilaku. Jadi ketika seorang peneliti SI melakukan kajian mengenai prilaku dari Roger Thomas(dari cerita awal kita), mereka melihatnya mebuat makna yang sesuai dengan kekuatan sosial yang membentuknya dirinya. Makan yang kita berikan pada simbol merupakan produk dari interaksi sosial dan menggambarkan kesepakatan kita untuk menerapkan makna terteentu pada simbol tertentu.<br />
b.	Makna diciptakan dalam interaksi antarmanusia<br />
Penjelasan: Mead menekankan dasar intersubjektif dari makna. Makna dapat ada, menurut mead, hanya ketika orang-orang memiliki interpretasi sama mengenai simbol yang mereka pertukarkan dalam interaksi. Blummer(1969) menjelaskan bahawa terdapat tiga cara untuk menjelaskan asal sebuah makna.<br />
•	pendekatan mengatakan bahwa makna adalah sesuatu yang bersifat intrinsik dari sutau benda. Blummer mengatakan”jadi, sebuah bangku jelas-jelas merupakan bangku di dalam dirinya..maknyanya memancar, dapat dikatakan demikian, dari benda tersebut dan sepertinya tidak ada proses yang terlibat  dalam pembentukannya; yang penting adalah untuk mengenali makna yang sudah ada dalam benda tersebut.<br />
•	Pendekatan kedua terhadap asal-usul makna melihat makna itu”dibawa kepada benda oleh seseorang bagi siapa benda itu bermakna”( Blummer, 1969, hal.4). Posisi ini mendukung pemikiran yang terkenal bahwa makna terdapat didalam orang, bukan didalam benda. Dalam sudut pandang ini, makna dijelaskan dengan mengisolasi elemen-elemen psikologis di dalam seseorang individu yang menghasilkan makna<br />
•	SI mengambil pendekatan ketiga terhadap makna, melihat makna dengan sesuatu yang terjadi diantara orang-orang. Makna adalah”produk sosial” atau “ciptaan yang dibentuk dalam dan melalui pendefinisian aktivitas manusia ketika mereka berinteraksi”(blummer, 1969, hal.5)<br />
c.	Makna dimodifikasi melalui proses interpretif<br />
Penjelasan: Blummer menyatakan bahwa proses interpretif ini memiliki dua langkah:<br />
•	Pertama, pelaku menentukan benda-benda yang mempunyai makna. Blummer beragumen bahwa bagian dari proses ini berbeda dari pendekatan psikologis dan terdiri dari atas orang yang terlibat didalam komunikasi dengan dirinya sendiri. Jadi ketika rogers bersiap-siap untuk berkerja di pagi hari, dia berkomunikasi dengan dirinya sendiri mengenai bagian-bagian yang bermakna bagi dirinya.<br />
•	Langkah kedua melibatkan si pelaku untuk memilih, mengecek, dan melakukan tarnsformasi makna di dalam konteks dimana mereka berada(C0-budaya yang serupa).<br />
d.	Individu-individu mengembangkan konsep diri melalui interkasi dengan orang lain<br />
Penjelasan: asumsi ini menyatakan bahwa kita membangun perasaan akan diri(sense of self) tidak selamanya melalui kontak dengan orang lain. Orang-orang tidak terlahir dengan konsep diri; mereka belajar tentang dirinya sendiri sebagai individu. Alicia cast(2003)mempelajari  penggunaan kekuasaan pada pasangan yang sudah menikah, dan hasil yang dia dapatkan mendukung asumsi SI ini, ia menyatakan bahwa konteks sosial dan interaksi adalah suatu yang penting ketika menyelidiki tentang diri.<br />
e.	Konsep diri memberikan sebuah motif penting untuk berprilaku<br />
Penjelasan: pemikiran bahwa keyakinan, nilai, perasaan, penilaian-penilaian mengenai diri menpengaruhi prilaku adalah sebuah prinsip pada SI. Mead berpendapat bahawa karena manusia memiliki diri, mereka memiliki mekanisme untuk berinterkasi  dengan dirinya sendiri. Penting juga untuk diingat bahwa Mead melihat diri sebagai proses, bukan struktur. Memiliki diri memaksa orang untuk mengontruksi tindakan dan responnya, daripada sekadar mengekspresikannya. Misalnya, jika anda merasa yakin kemampuan dalam pelajaran teori komunikasi, maka akan sangat mungkin bahwa anda akan berhasil dengan baik dalam pelajaran itu. Bahkan, akan sangat mungkin pula bahwa anda akan merasa percaya diri di dalam semua mata kuliah lainnya. Proses ini sering kali dikatakan sebagai prediksi pemenuhan diri (self-fulfilling prophecy), atau pengharapan akan diri yang menyebabkan seseorang untuk berprilaku sedemikian rupa sehingga harapannya terwujud.<br />
f.	Orang dan kelompok-kelompok dipengaruhi oleh proses budaya dan sosial<br />
Penjelasan: asumsi ini mengakui bahwa norma-norma sosial membatasi prilaku individu<br />
g.	Struktur sosial dihasilkan melalui interaksi sosial<br />
Penjelasan: asumsi ini menegahi posisi yang diambil oleh asumsi SI sebelumnya. SI mempertanyakan padangan bahawa struktur sosial tidak berubah serta mengakui bawa individu dapat memodifikasi situasi sosial. Contohnya, mengenai “Jumat Kasual”, ketika karyawan memakai pakaian yang lebih kasual dibandingkan dengan pakaian kantor yang telah disepakati secara sosial. Dengan demikian, para partisipan dalam berinteraksi memodifikasikan  struktur dan tidak secara penuh dibatasi o0leh hal tersebut. Dengan kata lain, teoretikus SI percaya bahwa manusia adalah pembuat pilihan.<br />
Konsep Penting  (Mind-Self-Society)<br />
Pikiran<br />
Mead mendefinisikan pikiran(mind) sebagai kemampuan untuk menggunakan simbol yang mempunyai makna sosial yang sama, dan Mead percaya bahwa manusia  harus mengembangkan pikiran melalui interaksi dengan orang lain. Bayi tidak dapat benar-benar berinteraksi dengan orang lainnya sampai ia mempelajari bahasa(language), atau sebuah sistem simbol verbal dan nonverbal yang diatur dalam pola-pola untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan dan dimiliki bersama. Bahasa tergantung pada apa yang disebut oleh Mead sebagai simbol signifikan(significan symbol), atau simbol-simbol yang memunculkan makna yang sama bagi banyak banyak orang. Ketika ia mulai mempelajari bahasa, bayi tersebut melakukan pertukaran makan atau simbol-simbol signifikan dan dapat mengantisipasi respon orang lain terhadap simbol-simbol yang dia gunakan. Hal ini menurut Mead, adalah bagaimana suatu kesadaran berkembang.<br />
Dengan menggunakan bahasa dan berinteraksi dengan orang lain, kita mengembangkan apa yang dikatakan oleh Mead sebagai pikiran, dan ini membuat kita mampu menciptakan setting interior bagi masyarakat yang kita lihat beroperasi di luar diri kita. Jadi, pikiran dapat digambarkan sebagai cara menginternalisasi masyarakat. Akan tetapi, pikiran tidak haynya tergantung pada masyarakat. Mead menyatakan bahwa keduanya mempunyai hubungan timbal balik. Pikiran merefleksikan dan menciptakan dunia sosial. Ketika seseorang mempelajari bahasa, ia belajar berbagai norma sosial dan aturan budaya yang mengikatnya. Selain itu, ia juga mempelajari cra-cara untuk membentuk dan mengubah dunia sosial itu melalui interaksi.<br />
Terkait erat dengan konsep pikiran adalah pemikiran(thought), yang dinyatakan oleh Mead sebagai percakapan di dalam diri sendiri. Mead berpegang bahwa tanpa rangsangan sosial dan interaksi dengan orang lain, orang tidak akan mampu mengadakan pembicaraan dalma dirinya sendiri atau mempertahankan pemikirannya. sebnuah<br />
Menurut Mead, salah satu aktivitas penting yang diselesaikan orang melalui pemikiran adalah pengambilan peran (role taking), atau kemampuan untuk secara simbolik menempatkan dirinya sendiri dalam diri khayalan dari orang lain. Proses ini juga disebut pengambilan perspektif karena kondisi ini mensyaratkan bahwa seseorang menghentikan perspektifnya sendiri terhadap sebuah pengalaman dan sebaliknya membayangkannya dari perspektif orang lain. Mead menyatakan bahwa pengambilan peran adalah sebuah tindakan simbolis yang dapat membantu menjelaskna perasaan kita mengenai diri dan juga memungkinkan kita untuk mengembangkan  kapasitas untuk berempati dengan orang lain.<br />
Diri<br />
Mead mendefinisikan diri(self) sebagai kemampuan untuk merefleksikan diri kita sendiri dari perspektif orang lain. Dari sini anda dapat melihat bahwa Mead tidak percaya bahwa diri berasal dari intropeksi atau dari pemikiran sendiri yang sederhana. Bagi Mead, diri berkembang dari sebuah jenis pengambilan peran yang khusus-maksudnya, membayangkan bagaimana kita dilihat oleh ornag lain. Meminjam konsep yang berasal dari seseorang sosiologis Charles Cooley pada tahun 1912, Mead menyebut hal tersebut sebagai cermin diri (looking-glass-self), atau kemampuan kita untuk melihat diri kita sendiri dalam pantulan dari pandangan orang lain.<br />
Cooley (1972) meyakini 3 prinsip pengembangan yang dihubungkan dnegan cermin diri:<br />
1.	Kita membayangkan bagaimana kita terlihat di mata orang lain<br />
2.	Kita membayangkan penilaian mereka mengenai penampilan kita<br />
3.	Kita merasa tersakiti atau bangga berdasarkan perasaan pribadi ini<br />
Pemikiran Mead mengenai cermin diri mengimplikasikan kekuasaan yang dimiliki oleh label terhadap konsep diri dan prilaku. Kekuasaan ini menggambarkan tipe kedua dari prediksi pemenuhan diri. tipe kedua dari prediksi pemenuhan diri yang dihasilkan oleh pemberian sebuah label yang dinamakan efek Pygmalion (Pygmlaion effect), dan hal ini merujuk pada harapan-harapan orang lain yang mengatur tindakan seseorang.<br />
Ketika Mead berteori mengenai diri, ia mengamati bahwa melalui bahasa orang mempunyai kemampuan untuk menjadi subjek dan obejk bagi dirinya sendiri. Sebagi subjek, kita bertindak, dan sebagai obejk, kita mengamati diri kita sendiri bertindak. Mead menyebut subjek, atau diri yang bertindak, sebagia I dan objek, atau diri yang mengamati, adalah Me. I bersifat spontan, impulsif, dan kreatif, sedangkan Me lebih reflektif dan peka secara sosial. I mungkin berkeinginan untuk pergi keluar dan berpesta, sementara Me mungkin lebih berhati-hati dan meyadari adanya pekerjaa rumah yang harus diselesaikan. Mead melihat diri sebuah proses yang mengintegrasikan antara I dan Me.<br />
Masyarakat<br />
Mead berargumen bahwa interaksi mengambil tempat di dalam sebuah struktur sosial yang dinamis-budaya, masyarakat, dan sebagainya. Individu-individu lahir dalam konteks sosial yang sudah ada. Mead mendefinisikan masyarakat(society) sebagai jejaring hubunagn sosial yang diciptakan oleh manusia. Individu-individu terlibat di dalam masyarakat keterhubungan yang mereka pilih secara aktif dan sukarela. Jadi masyarakat menggambarkan keterhubungan beberapa perangkat perilaku yang terus disesuaikan oleh individu-individu. Masyarakat ada seblum individu tetapi juga diciptakan dan dibentuk oleh individu, dengan melakukan sejaln dengan orang lainnya(Forte, 2004).<br />
Masyarakat, karenanya terdiri dari individu-individu, dan Mead berbicara mengenai dua bagian penting masyarakat yang mempengaruhi pikiran dan diri. Pemikiran Mead  mengenai orang lain secara khusus (particular others) merujuk pada individu-individu dalam masyarakat yang signifikan bagi kita.<br />
Orang lain secara umum (generalized other) merujuk pada cara pandang dari sebuah kelompok sosial atau budaya sebagai suatu keseluruhan. Hal ini diberikan oleh masyarakat kepada kita, dan ‘sikap dari orang lain secara umum adalah sikap dari keseluruhan komuniktas’(Mead, 1934,hal 154). Orang lain secara umum memberikan menyediakan informasi mengenai peranan, aturan, dan sikap yang dimiliki bersama oleh komunitas. Orang lain secara umum juga memberikan kita perasaan mengenai bagaimana orang lain bereaksi kepada kita dan harapan sosial secara umum.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=57&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/teori-interaksi-simbolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERAN DOMINAN PRAKTISI PUBLIC RELATION</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/peran-dominan-praktisi-public-relation/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/peran-dominan-praktisi-public-relation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 06:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[• Teknisi Komunikasi Kebanyakan praktisi masuk ke bidang ini sebagai teknisi komunikasi. Deskripsi kerja dalam lowongan pekerjaan biasanya menyebutkan keahlian komunikasi dan jurnalistik, sebagai syarat. Teknisi komunikasi disewa untuk menulis dan mengedit newsletter karyawan, menulis news release dan feature, mengembangkan isi web, dan mengangani kontak media. Praktisi yang melakukanm peran ini biasanya tidak hadir disaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=54&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>•	Teknisi Komunikasi<br />
Kebanyakan praktisi masuk ke bidang ini sebagai teknisi komunikasi. Deskripsi kerja dalam lowongan pekerjaan biasanya menyebutkan keahlian komunikasi dan jurnalistik, sebagai syarat. Teknisi komunikasi disewa untuk menulis dan mengedit newsletter karyawan, menulis news release dan feature, mengembangkan isi web, dan mengangani kontak media. Praktisi yang melakukanm peran ini biasanya tidak hadir disaat manajemen mendefinisikan problem dan memilih solusi. Mereka baru bergabung untuk melakukan komunikasi dan mengimplementasikan program, terkadang tanpa mengetahui secara menyeluruh motivasi atau tujuan yang diharapkan. Meskipun mereka tidak hadir saat diskusi tentang kebijakan baru atau keputusan manajemen baru, merekalah yang diberi tugas untuk menjelaskannya kepada karyawan dan pers.<br />
•	Expert Prescriber<br />
Ketika para praktisi mengambil peran sebagai pakar/ahli, orang lain akan menganggap mereka sebagai otoritas dalam persoalan PR dan solusinya. Manajemen puncak menyerahkan PR di tangan para ahli dan manajemen biasanya mengambil peran pasif saja. Praktisi yang beroperasi sebagai praktisi pakar bertugas mendefinisikan probelm, mengembangkan program, dan bertanggung jawab penuh atas implemetasinya<br />
•	Fasilitator Komunikasi<br />
Peran fasilitator komunikasi bagi seorang praktisi adalah sebagai pendengar yang peka dan broker (perantara) komunikasi. Fasilitator komunikasi bertindak  sebagai perantara (liason), interpreter, dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka menjaga komunikasi dua arah dan memfasilitasi percakapan dengan menyingkirkan rintangan dalam hubungan dan menjaga agar saluran komunikasi tetap terbuka. Tujuannya adalah memberi informasi yang dibutuhkan oleh baik itu manajemen maupun publik untuk membuat keputuasan demi kepentingan bersama. Praktisi yang berperan sebagai fasilitator komunikasi ini bertindak sebagai sumber informasi dan agen kontak resmi antara organisasi dan publik. Mereka menengahi interaksi, menyusun agenda mendiagnosis dan memperbaiki kondisi-kondisi yang menganggu hubungan komunikasi di antara kedua belah pihak. Fasilitator komunikasi menempati peran di tengah-tengah dna berfungsi sebagai penghubung antara organisasi dan publik.<br />
•	Fasilitator Pemecah Masalah<br />
Ketika praktisi melakukan peran ini, mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dari tim perencanaan strategies. Kolaborasi dan musyawarah dimulai dengan persoalan pertama dan kemudian sampai ke evaluasi program final. Praktisi pemecah masalah membantu manajer lain untuk dan organisasi untuk mengaplikasikan PR dalam proses manajemen bertahap yang juga dipakai untuk memecahkan problem  organisasional lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=54&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/peran-dominan-praktisi-public-relation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUGAS SPESIALIS PUBLIC RELATION DALAM DUNIA KERJA</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/tugas-spesialis-public-relation-dalam-dunia-kerja/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/tugas-spesialis-public-relation-dalam-dunia-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 05:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[• Menulis dan Mengedit: Menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran, cerita feature, newsletter untuk karyawan dan stakeholder ekternal, korespondesi, pesan website dan pesan media online lainnya, laporan tahunan shareholder, pidato, brosur, film dan scipts slide-slow, artikel publikasi perdagangan, iklan institusional, dan materi-materi pendukung teknis lainnya • Hubungan Media dan Penempatan Media: mengkontak media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=51&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>•	Menulis dan Mengedit: Menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran, cerita feature, newsletter untuk karyawan dan stakeholder ekternal, korespondesi, pesan website dan pesan media online lainnya, laporan tahunan shareholder, pidato, brosur, film dan scipts slide-slow, artikel publikasi perdagangan, iklan institusional, dan materi-materi pendukung teknis lainnya<br />
•	Hubungan Media dan Penempatan Media: mengkontak media koran, majalah, suplemen mingguan, penulis freelance, dan publikasi perdagangan agar mereka memublikasikan atau menyiarkan berita dan feature tentang organisasi yang ditulis oleh organisasi itu sendiri atau oleh orang lain. Merespons permintaan infromasi oleh media, memverifikasi berita, dan membuka akses ke sumber otoritatif<br />
•	Riset: mengumpulkan infromasi tentang opini publik, tren, isu yang sedang muncul, iklim politik dna peraturan-peraturan perundangan, liputan media, opini kelompok kepentingan dan pandangaan-pandangan lain berkenaan dengan stakeholder organisasi. Mencari database di internet, jasa online, dan data pemerintah elektronik. Mendesain riset program, melakukan survei, dan menyewa perusahaan riset<br />
•	Manajemen dan Administrasi: Pemrograman dab perencanaan dengan bekerja sama manager lain; menentukan kebutuhan, menentukan prioritas, mendefinisikan publik, setting dan tujuan, dan mengembangkan strategi dan taktik. Menata personel, anggaran, dan jadwal program<br />
•	Konseling: memberi saran kepada manajemen dalam masalah sosial, politik, dan peraturan, berkonsultasi dengan tim manajemen mengenai cara menghindari atau merespons krisis; dan bekerja bersama pembuat keputusan kunci untuk menyusun strategi untuk mengelola atau merespons isu-isu yang sensitif dan kritis<br />
•	Acara Spesial: mengatur dan mengelola konferensi pers, lomba lari 10K, konvensi, open house, pemotongan pita dan grand opening, perayaan ulang tahun, acara pengumpulan  dana, mengunjungi tokoh terkemuka, mengadakan kontes, program penghargaan, dan kegiatan khusus lainnya.<br />
•	Pidato: tampil di depan kelompok, melatih orang untuk memberikan  kata sambutan dan mengelola biro juru bicara untuk menjelaskan platfom organisasi di depan audien penting.<br />
•	Produksi: membuat saluran komunikasi dengan menggunakan keahlian dan pengetahuan multimedia, termasuk seni, tipografi, fotografi, tata letak, dan computer desktop publishing; perekaman audio dan video dan editing, dan menyiapkan  presentasi audiovisual<br />
•	Training: mempersiapkan eksekutif dan juru bicara lain untuk menghadapi meda dan tampil di hadapan publik. Memberi petunjuk kepada ornag lain dalam organisasi untuk meningkatkan keahlian menulis dan berkomunikasi. Membantu memperkenalkan perubahan kultur, kebijakan, struktur, dan proses organisasional<br />
•	Kontak: sebagai penghubungan(liason) dengan media, komunitas, dan kelompok internal dan ekternal lainnya. Sebagai mediator antara organisasi dan stakeholder penting dengan bertugas untuk mendengarkan, menegosiasikan, mengelola konflik, dan menjalin kesepakatan. Sebagai tuan rumah dengan melakukan pertemuan dan jamuan untuk tamu dan pengunjung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=51&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/tugas-spesialis-public-relation-dalam-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANFAAT PERAN FUNGSI PUBLIC RELATION</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/manfaat-peran-fungsi-public-relation/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/manfaat-peran-fungsi-public-relation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 05:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat Peran Fungsi PR : • Membuat organisasi bersikap responsif terhadap kepentingan publik dan kontribusinya kepada sistem informasi publik yang amat penting bagi masyarakat demokratis dan kelangsungan hidup organisasi. • Membantu dan mempertahankan hubungan antara publik dengan manajemen oraganisasional yang memerhatikan tanggung jawab sosial dan kepemimpinan yang bermoral • Membantu organisasi untuk mengantisipasi dan merespons [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=48&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manfaat Peran Fungsi PR :<br />
•	Membuat organisasi bersikap responsif terhadap kepentingan publik dan kontribusinya kepada sistem informasi publik yang amat penting bagi masyarakat demokratis dan kelangsungan hidup organisasi.<br />
•	Membantu dan mempertahankan hubungan antara publik dengan manajemen oraganisasional yang memerhatikan tanggung jawab sosial dan kepemimpinan yang bermoral<br />
•	Membantu organisasi untuk mengantisipasi dan merespons persepsi dan opini publik. Merespon nilai dan gaya hidup yang baru, merespons pergeseran di antara elektorat dan di dalam lembaga legislatif, dan merespos perubahan-perubahan lain di lingkungan.<br />
•	Membuat informasi menjadi tersedia melalui sistem informasi publik. Dan juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ke publik dengan mendukung pernyataan pendapat dan debat pasar ide yang kompetitif.<br />
•	Melayani kepentingan publik dengan sudut pandang alternatif dalan forum publik, termasuk suara dari orang-orang yang diabaikan oleh media massa.<br />
•	Membantu masyarakat dengan menjadi perantara konflik dan membangun konsensus yang dibutuhkan untuk ketertiban sosial.<br />
•	Memfasilitasi atau membantu penyesuaian dan pemiliharaan dalam sistem sosial yang memberi kita kebutuhan sosial dan fisik</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=48&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/manfaat-peran-fungsi-public-relation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAGIAN-BAGIAN FUNGSI PUBLIC RELATION</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/bagian-bagian-fungsi-public-relation/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/bagian-bagian-fungsi-public-relation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 05:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Bagian-Bagian dari Fungsi PR: • Hubungan Internal, adalah bagian khusus PR yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara manajer dan karyawan tempat organisasi mengantungkan kesuksesannya. • Publisitas, adalah sumber-sumber informasi yang disediakan oleh PR dan digunakan oleh media karena informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan di media ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=46&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagian-Bagian dari Fungsi PR:<br />
•	Hubungan Internal, adalah bagian khusus PR yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara manajer dan karyawan tempat organisasi mengantungkan kesuksesannya.<br />
•	Publisitas, adalah sumber-sumber informasi yang disediakan oleh PR dan digunakan oleh media karena informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan di media ini adalah pesan di media ini adalah metode yang tak bisa dikontrol (uncontrolled) sebab sumber informasi tidak memberi bayaran kepada media untuk pemuatan informasi tersebut.<br />
•	Advertising, informasi yang digunakan oleh PR untuk menjangkau audien yang lebih luas, bukan untuk konsumen yang menjadi sasaran marketing, dimana informasi yang ditempatkan di media oleh sponsor tertentu yang jelas identitasnya yang membayar ruang dan waktu penempatan informasi tersebut. Ini adalah metode terkontrol dalam menempatkan pesan di media.<br />
•	Press Agentry,adalah penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk menarik media massa dan mendapatkan perhatian publik. Banyak praktisi PR kadang-kadang menggunakan taktik press agentry untuk menarik perhatian media kepada kliennya, organisasinya, atau tujuannya. Tetapi PR lebih dari sekedar press agentry.<br />
•	Public Affairs adalah bagaian khusus dari PR yang membangun dan mempertahankan hubungan pemerintah dan komunitas lokal dalam rangka memengaruhi kebijakan publik.<br />
•	Lobbying adalah bagian khusus dari PR yang berfungsi untuk menjalin dan memelihara hubungan dengan pemerintah terutama dengan tujuan memengaruhi penyusunan undang-undang dan regulasi.<br />
•	Manajemen Isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengindentifikasi, mengevaluasi, dan merespon isu-isu kebijakan publik yang memengaruhi hubungan organisasi dengan publik mereka. Secara administratif atau secara konseptual, manajemen isu adalah bagian fungsi PR, akan tetapi, jika dilihat sebagai komunikasi persuasif, ia menjadi taktik untuk memengaruhi kebijakan publik, bukan sebagai bagian dari perencanaan strategi organisasi.<br />
•	Hubungan Investor adalah bagian dari PR dalam perusahaan korporat yang membangun dan menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan dengan shareholder dan pihak lain di dalam komunikasi keuangan dalam rangka memaksimalkan nilai pasar<br />
•	Pengembangan adalah bagian khusus dari PR dalam organisasi nirlaba yang bertugas membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota dengan tujuan mendapatkan dana dan dukungan sukarela</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=46&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/bagian-bagian-fungsi-public-relation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERBEDAAN PUBLIC RELATION DAN MARKETING</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/perbedaan-public-relation-dan-marketing/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/perbedaan-public-relation-dan-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 05:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Meski tidak selalu didefiniskan secara jelas dalam praktiknya, marketing dan PR dapat dibedakan secara konseptual dan hubungannya dijelaskan. • Keinginan dan kebutuhan orang adalah aspek fundamental bagi konsep marketing. • Apa yang orang orang inginkan atau butuhkan akan diterjemahkan sebagai permintaan konsumen. • Pemasar menawarkan produk dan jasa untuk memuaskan permintaan tersebut. Konsumen memilih produk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=39&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski tidak selalu didefiniskan secara jelas dalam praktiknya, marketing dan PR dapat dibedakan secara konseptual dan hubungannya dijelaskan.<br />
•	Keinginan dan  kebutuhan orang adalah aspek fundamental bagi konsep marketing.<br />
•	Apa yang orang orang inginkan atau butuhkan akan diterjemahkan sebagai permintaan konsumen.<br />
•	Pemasar menawarkan produk dan jasa untuk memuaskan permintaan tersebut. Konsumen memilih produk dan jasa yang memberikan kegunaan, nilai, dan kepuasan paling besar.<br />
•	Terakhir, pemasar menyerahkan produk dan jasa kepada konsumen untuk ditukar dengan sesuatu yang bernilai<br />
Menurut ahli pemasaran Philip Kotler:”Pertukaran, yang merupakan inti dari konsep marketing, adalah proses mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu yang sebagai imbalannya.( Philp Kotler, Marketing Management,11, th ed.(Upper Saddle River,NJ:Prentice Hall,2003),12. Transaksi inilah yang membedakan fungsi marketing-dua pihak saling menukar sesuatu yang bernilai bagi kedua belah pihak. Ringkasnya marketing menciptakan hubungan di mana pertukaran terjadi-kepemilikan berpindah tangan. Tujuan marketing adalah menarik dan memuaskan konsumen secara terus menerus dalam rangka mengamankan “pangsa pasar”dan mencapai tujuan ekonomi perusahaan. Untuk tujuan itu, publisitas produk dan hubungan media digunakan untuk mendukung marketing. Karena spesialis PR biasanya tahu cara menulis untuk media itu, dan tahu cara bekerja menghadapi wartawan, serta tahu merancang dan mengimplementasikan program komunikasi internal, maka pemasar meminta bantuan PR dalam menjalankan program marketingnya. Ringkasnya PR yang efektif memberikan kontribusi kepada upaya marketing dengan menjada lingkungan politik dan sosial agar tetap ramah kepada perusahaan/organisasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=39&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/perbedaan-public-relation-dan-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FUNGSI MANAJEMEN PUBLIC RELATION</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/fungsi-manajemen-public-relation/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/fungsi-manajemen-public-relation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 05:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[• Memperkirakan, menganalisis, dan menginterpretasikan opini dan sikap publik, dan isu-isu yang mungkin mempengaruhi operasi dan rencana organisasi, baik itu pengaruh buruk maupun baik • Memberi saran kepada manajemen di semua level di dalam organisasi sehubungan dengan pembuatan keputusan, jalannya tindakan, dan komunikasi, dan mempertimbangkan ramifikasi publik dan tanggung jawab sosial atau kewarganegaraan organisasi • [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=37&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>•	Memperkirakan, menganalisis, dan menginterpretasikan opini dan sikap publik, dan isu-isu yang mungkin mempengaruhi operasi dan rencana organisasi, baik itu pengaruh buruk maupun baik<br />
•	Memberi saran kepada manajemen di semua level di dalam organisasi sehubungan dengan pembuatan keputusan, jalannya tindakan, dan komunikasi, dan mempertimbangkan ramifikasi publik dan tanggung jawab sosial atau kewarganegaraan organisasi<br />
•	Meriset, melaksanakan, dan mengevaluasi secara rutin program-program aksi dan komunikasi untuk mendapatkan pemahaman publik yang dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman publik yang dibutuhkan untuk kesuksesan tujuan organisasi. Ini mungkin mencakup program marketing, finansial, pengumpulan dana, karyawan, komunikasi atau hubungan pemerintah, dan program-program lain<br />
•	Merencanakan dan mengimplementasikan usaha organsasi untuk memengaruhi atau mengubah kebijakan publik<br />
•	Menentukan tujuan, rencana anggaran, rekrutmen dan training staf, mengembangkan fasilitasnya-ringkasnya, mengelola sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan semua hal tersebut di atas<br />
•	Contoh-contoh ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam praktik PR profesional adalah seni komunikasi, psikologi, psikologi sosial, sosiologi, ilmu politik, ekonomi, dan prinsip manajemen dan etika. Pengetahuan teknis dan keahlian teknik dibutuhkan untuk meriset opini, analisis isu publik, relasi media, direct mail, publikasi advertising institusional, produksi film/video, acara spesial, pidato, dan presentasi.</p>
<p>Dalam membantu mendefinisikan dan mengimplementasikan kebijakan, praktisi PR menggunakan beragama keahlian komunikasi profesional dan memainkan peran intergratif baik itu di dalam organisasi maupun antara organisasi dan lingkungan eksternal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=37&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/fungsi-manajemen-public-relation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUBLIC RELATION DALAM DUNIA PRAKTEK</title>
		<link>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/public-relation-dalam-dunia-praktek/</link>
		<comments>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/public-relation-dalam-dunia-praktek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 05:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>publicrelation12</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUBLIC RELATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://publicrelationeasy.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Public Relation (PR) membantu masyarakat kita yang kompleks dan pluralistik untuk menentukan keputusan dan menjalankan fungsi secara lebih efektif dengan memberikan kontribusi pemahaman bersama di antara kelompok dan institusi. PR berfungsi untuk menyelaraskan kebijakan publik dan privat. PR, melayani berbagai macam institusi di dalam masyarakat, seperti institusi bisnis, serikat perdagangan, agen pemerintahan, asosiasi sukarela, yayasan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=34&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Public Relation (PR) membantu masyarakat kita yang kompleks dan pluralistik untuk menentukan keputusan dan menjalankan fungsi secara lebih efektif dengan memberikan kontribusi pemahaman bersama di antara kelompok dan institusi. PR berfungsi untuk menyelaraskan kebijakan publik dan privat. PR, melayani berbagai macam institusi di dalam masyarakat, seperti institusi bisnis, serikat perdagangan, agen pemerintahan, asosiasi sukarela, yayasan, rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, dan institusi-institusi tersebut harus mengembangkan hubungan yang efektif dengan banyak audien atau publik yang berbeda-beda, seperti karyawan, anggota suatu kelompok, konsumen, komunitas lokal, shareholder, dan institusi lain dengan masyarakat yang lebih luas. Manajemen institusi harus memahami sikap dan nilai yang dianut publik mereka dalam rangka meraih tujuan institusionalnya. Tujuan itu sendiri dibentuk oleh lingkungan eksternal. Praktisi PR bertindak sebagai konselor bagi manajemen dan sebagai mediator, membantu menerjemahkan tujuan privat ke dalam kebijakan dan tindakan yang masuk akal dan bisa diterima oleh publik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/publicrelationeasy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/publicrelationeasy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/publicrelationeasy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/publicrelationeasy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/publicrelationeasy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/publicrelationeasy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/publicrelationeasy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/publicrelationeasy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/publicrelationeasy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/publicrelationeasy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/publicrelationeasy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/publicrelationeasy.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/publicrelationeasy.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/publicrelationeasy.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=publicrelationeasy.wordpress.com&amp;blog=9179232&amp;post=34&amp;subd=publicrelationeasy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://publicrelationeasy.wordpress.com/2009/08/27/public-relation-dalam-dunia-praktek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23fcf410f3110aef667ee95678745804?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">publicrelation12</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
